Beberapa Daerah Alami Krisis Obat PMK dan Vaksin PMK

Sejumlah daerah seperti Bantul, Bogor, Cirebon, dan Semarang mengalami krisis obat-obatan dan vitamin untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) juga mengaku masih belum mendapat kepastian tentang kapan di daerahnya akan dilaksanakan vaksinasi, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) memperbanyak pengadaan obat-obatan, vitamin, dan alat pelindung diri (APD) untuk mengoptimalkan penanganan wabah PMK, serta lebih aktif berkoordinasi dengan Pemda dan Gugus Tugas Penanganan PMK untuk mengetahui peta sebaran wabah PMK, agar distribusi obat-obatan, vitamin, dan APD untuk penanganan PMK bisa lebih terarah dan tertata sesuai dengan peta sebaran wabah PMK terkini;

b. Mendorong Kementan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mempersiapkan dan memperbanyak petugas lapangan untuk diterjunkan dalam rangka pemberian vitamin dan obat-obatan pada hewan ternak yang terjangkit PMK, mengingat jumlah sapi yang terjangkit PMK semakin banyak dan meluas;

c. Meminta Kementan menyosialisasikan mekanisme pengajuan atau permintaan obat-obatan, vitamin dan APD untuk penanganan wabah PMK, sehingga pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti setiap aduan dari peternak terkait bertambahnya kasus PMK di daerahnya;

d. Mendorong Kementan mempercepat program vaksinasi dan distribusi vaksin PMK ke seluruh daerah, terutama di daerah dengan potensi penularan PMK tinggi, sehingga penularan wabah PMK bisa segera ditekan;

e. Mengimbau peternak untuk selalu memeriksa kesehatan hewan ternak dan membersihkan kandanganya disertai penyemprotan disinfektan secara berkala serta segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat jika hewan ternaknya memiliki gejala PMK.

(22 Juni 2022)