Ancaman Stagflasi Akibat Konflik Geopolitik Rusia dan Ukraina
Dunia dibayangi ancaman stagflasi atau kondisi ekonomi yang tidak bertumbuh dan bersamaan dengan peningkatan inflasi akibat konflik geopolitik antar Rusia dan Ukraina yang memorakporandakan pasar energi dan komoditas pangan, DPR perlu:
a. Meminta pemerintah bersiap siaga dengan merancang strategi untuk mengantisipasi ancaman stagflasi dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang serta berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan fiskal maupun moneter guna menekan pontensi memburuknya kondisi perekonomian nasional, termasuk meningkatnya pengangguran dan kemiskinan;
b. Mendorong Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan upaya stabilitas moneter dan keuangan dari dampak kenaikan bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) dengan berhati-hati dalam pengambilan keputusan untuk menaikkan atau tetap menjaga suku bunga acuan pada level saat ini;
c. Mendorong pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengoptimalkan program bantuan perlindungan sosial dan program kartu prakerja sebagai upaya penguatan daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin, serta mempersiapkan tenaga kerja agar mimiliki kompetensi yang lebih baik sebagai upaya mengantisipasi peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran;
d. Mendorong pemerintah membangun strategi ketahanan pangan yang kuat dalam jangka pendek hingga panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan menahan stagflasi;
e. Mendorong pemerintah mengoptimalkan potensi penambahan pendapatan dari kegiatan ekspor komoditas yang saat ini memiliki harga yang cukup tinggi di pasar global, namun tetap mengantisipasi apabila harga komoditas ekspor mengalami penurunan dan mengurangi pendapatan dari aktivitas ekspor;
f. Mengimbau Kementerian dan Lembaga (K/L), masyarakat, dan pelaku usaha untuk mengutamakan penggunaan produk dan bahan baku lokal, sehingga dapat menekan pengeluaran akibat kenaikan harga komoditas impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produk domestik bruto (PDB);
g. Mengimbau masyarakat selalu menerapkan pola hidup hemat dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi pangan maupun energi untuk mencegah kekurangan atau krisis di kemudian hari.