Program Kartu Prakerja Terindikasi Tidak Tepat Sasaran Dengan Nilai Rp289,85 Miliar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap dari hasil pemeriksaan semester II tahun 2021 ditemukan permasalahan pada program kartu Prakerja, yakni sebanyak 119.494 peserta dengan nilai Rp289,85 miliar terindikasi tidak tepat sasaran karena diterima oleh pekerja/buruh yang memiliki gaji/upah diatas Rp3,5 juta, DPR perlu:

a. Meminta pemerintah untuk menindaklanjuti hasil temuan BPK ini dengan mengevaluasi program Kartu Prakerja dan mengusulkan menunda sementara program ini disertai dengan melakukan pembenahan pada program tersebut agar ke depannya program ini dapat berjalan tepat sasaran;

b. Meminta penjelasan pemerintah bagaimana sistem yang menyeleksi peserta Kartu Prakerja dan menjelaskan apakah pekerja dengan gaji diatas Rp3,5 dapat menerima bantuan kartu Prakerja, mengingat jika memang diperbolehkan dapat diartikan tidak ada kerugian negara sebesar Rp289,85 miliar tersebut akibat penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran;

c. Mendorong komitmen pemerintah untuk bertindak transparan dan akuntabel dalam mengelola dana bantuan, tidak hanya program bantuan kartu Prakerja, mengingat dana yang dialokasikan pemerintah untuk bantuan sangat besar sehingga diharapkan dana tersebut benar-benar disalurkan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(25 Mei 2022)