Kemenkes Catat 330 Kasus Subvarian Omicron BA.2

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat temuan 330 kasus Subvarian Omicron BA.2 atau yang dikenal sebagai siluman omicron hingga hari ini. Subvarian BA.2 perlu diwaspadai karena dikatakan varian BA.2 lebih cepat menular daripada Omicron yang sekarang, DPR Perlu: 

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan WHO untuk mempelajari pola penyebaran Subvarian Omicron BA.21 dan terus mengikuti perkembangan terbaru mengenai varian baru virus Corona tersebut, mengingat subvarian ini diketahui lebih cepat menular dan memiliki daya tular lebih masif daripada subvarian Omicron lainnya;

b. Mendorong Kemenkes untuk mengantisipasi lonjakan kasus harian Covid-19 akibat subvarian BA.2 tersebut, karena mudahnya penularan subvarian ini, dikhawatirkan kedepannya akan menjadi pemicu gelombang tsunami Covid-19 selanjutnya di Indonesia seperti sebelumnya;

c. Mendorong Kemenkes bersama kementerian lainnya untuk berkoordinasi dan mengkaji berbagai kebijakan yang efektif  untuk menekan dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, guna mencegah terjadinya dampak negatif terhadap berbagai aspek seperti ekonomi, industri, masyarakat dan pendidikan;

d. Mendorong pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk memperluas pemerataan vaksinasi Covid-19 yang dinilai dapat memperkuat ketahanan tubuh sehingga mengurangi potensi tertular Covid-19, pemerintah juga diharapkan untuk menggencarkan program vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat Indonesia sebagai upaya pengendalian perlindungan dari terpapar Covid-19;

e. Mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat upaya tes Covid-19 dan pelacakan kontak erat, khususnya untuk penelusuran varian Omicron guna memutus rantai penyebaran Covid-19, mengingat varian Omicron diduga 70 kali lebih cepat penularannya daripada varian Delta;

f. Mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, rajin mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas, mengingat kunci dasar untuk mencegah diri terpapar virus adalah proteksi diri yang maksimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

(4 Maret 2022)