IMF Perkirakan Inflasi Global Tahun 2022 Meningkat

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan inflasi global di tahun 2022 akan mengalami peningkatan yang cukup tinggi, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi untuk mengatasi dampak dari peningkatan inflasi tersebut, agar dampak inflasi tidak makin membebani masyarakat, terutama masyarakat miskin atau kurang mampu;

b. Mendorong pemerintah memperhatikan faktor-faktor yang berpotensi menjadi faktor peningkatan inflasi global, seperti disrupsi rantai pasok, pengetatan kebijakan moneter, lonjakan harga energi dan pangan, serta peningkatan permintaan konsumen. Diharapkan pemerintah memetakan dampak dari masing-masing faktor tersebut, seperti potensi kenaikan biaya logistik, naiknya biaya produk-produk impor, naiknya harga minyak mentah, dan sebagainya, sehingga dapat ditentukan langkah penanganan dampak inflasi yang tepat bagi perekonomian Indonesia;

c. Mendorong pemerintah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah untuk selalu memonitor dan menjaga inflasi maupun nilai tukar, serta memperkuat koordinasi kebijakan strategi pengendalian inflasi guna menjaga inflasi tetap terkendali;

d. Mendorong Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas harga-harga di pasaran, khususnya harga pangan dan bahan pokok, mengingat di tahun 2022 diperkirakan permintaan domestik akan semakin pulih seiring juga makin meningkatnya aktivitas ekonomi sehingga juga berpotensi akan mendorong peningkatan inflasi. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah memperbaiki struktur permintaan guna menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan;

e. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi dari produk-produk hasil pangan, mengingat tingkat inflasi yang rendah bisa ditopang melalui sektor pertanian yang terus tumbuh positif, sehingga dalam rangka mendukung meningkatnya permintaan domestik, sektor pertanian harus terus diperkuat.

(27 Januari 2022)