DME Dinilai Berpotensi Membenani APBN
Proyek Dimethyl Ether (DME) atau gasifikasi batu bara sebagai pengganti liquified petroleum gas (LPG) atau gas cair merupakan upaya pemerintah mengganti jenis gas konsumsi masyarakat dan menuntaskan masalah impor LPG yang terus membengkak menuai kritik dari masyarakat. Masyarakat menilai proyek DME berpotensi membebani APBN dan tidak ekonomis. DPR perlu:
a. Menghimbau pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji kembai aspek keekonomian DME untuk memastikan bahwa DME sebagai pengganti LPG lebih memberi keuntungan pada negara dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat;
b. Mendorong Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah strategi guna menarik investasi asing sebagai sumber pendanaan utama dalam industri DME dan meminimalisir pembiayaan dari APBN;
c. Mendorong Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuat skema penyaluran DME dan skema pemberian subsidi secara matang untuk menghindari APBN terbebani dan adanya salah sasaran yang saat ini masih terjadi pada penyaluran LPG;
d. Mendorong Kementerian ESDM untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa proyek DME menggantikan LPG merupakan upaya optimalisasi penggunaan sumber daya alam negara yaitu batu bara kalori rendah di Indonesia yang persediaannya cukup melimpah, mengingat selama ini pemanfaatan batu bara kalori rendah kurang maksimal dikarenakan tidak memenuhi spesifikasi untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
(28 Januari 2022)