Hasil PCR Indonesia Dipertanyakan Pemerintah Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi masih mempertanyakan hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh laboratorium di Indonesia untuk membuka kembali akses umrah. Diketahui sepanjang pembukaan umrah pada November 2020 hingga Februari 2021 sebanyak 125 jemaah Indonesia terkonfirmasi positif, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus berkomunikasi dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Pemerintah Arab Saudi, dan dapat membangun kepercayaan dan meyakinkan Pemerintah Arab Saudi bahwa Indonesia dapat menjamin Jemaah Indonesia yang berangkat ibadah umrah adalah sehat dan bebas dari Covid-19;
b. Mendorong Kemenkes untuk memastikan kualitas pengetesan PCR di Indonesia sesuai standar, agar hasil yang dikeluarkan benar-benar valid dan terjamin. Kemenkes dan Kemenag diharapkan dapat menunjuk lab-lab yang terpercaya dan dapat digunakan bagi para jemaah yang akan berangkat umrah;
c. Menyampaikan harapan agar seluruh permasalahan dan persiapan teknis pemberangkatan Jemaah umrah Indonesia dapat segera terselesaikan dengan cepat dan baik, mengingat seluruh umat muslim Indonesia sudah sangat menantikan berita baik untuk bisa berangkat ke Tanah Suci;
d. Meminta kepada seluruh umat muslim Indonesia agar tetap bersabar menunggu kepastian pemberangkatan ibadah umrah dari pemerintah, dan mendoakan agar seluruh persiapan yang tengah diupayakan pemerintah dapat segera terselesaikan.
(29 Oktober 2021)