Ditemukan Varian Baru C.1.2. dan B.1.466.2 di Dalam Negeri

Ditemukannya lagi varian baru virus corona selain varian Mu, yaitu varian C.1.2. dan juga varian Covid-19 yang asli bermutasi di dalam negeri, yaitu B.1.466.2. Kedua varian tersebut sampai saat ini masuk ke dalam varian alerts for further monitoring yang menunjukkan bahwa varian Covid-19 tersebut butuh pemantauan lebih lanjut, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) dan para peneliti virus untuk terus meneliti perkembangan varian B.1.466.2. dan C.1.2 yang diketahui memiliki perubahan material genetik yang diduga dapat mempengaruhi karakteristik virus, seperti mutasi pada protein spike yang berhubungan dengan tingkat penularan atau transmisi dan berpotensi berpengaruh terhadap penurunan efektivitas vaksin atau terapi. Pemerintah agar meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap varian baru Covid-19 tersebut;

b. Mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berhati-hati dengan berbagai kebijakan relaksasi yang telah dilakukan saat ini, mengingat mutasi virus masih terus berkembang. Kemenkes bersama Kemenhub diharapkan bisa melakukan langkah preventif yang tegas dalam mencegah masuknya varian baru Covid-19, yaitu C.1.2 ke wilayah Indonesia, sebab hingga saat ini varian baru tersebut belum ditemukan di Indonesia;

c. Mendorong Kemenkes terus melakukan whole genome sequencing guna memetakan dan mendeteksi varian-varian baru virus corona yang bermutasi di dalam negeri, salah satunya B.1.466.2, sebab menurut data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Maret 2021, varian baru tersebut sempat mendominasi hingga 57% terhadap pasien positif Covid-19 Indonesia, namun kemudian tertutupi karena melonjaknya penyebaran varian delta;

d. Mendorong Kemenkes terus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 ke seluruh wilayah Indonesia, serta berkoordinasi dengan WHO untuk mempersiapkan alternatif solusi apabila sejumlah varian baru tersebut ke depannya berpengaruh terhadap penurunan efektivitas vaksin. Kemenkes diharapkan dapat segera mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas (herd immunity) di kalangan masyarakat;

e. Mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, rajin mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas, mengingat kunci dasar untuk mencegah diri terpapar virus adalah proteksi diri yang maksimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

(20 September 2021)