Peningkatan Kasus DBD di Indonesia Capai 65%

Dalam tempo 15 hari, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia naik 65% dengan angka kematian yang cukup tinggi. Jika pada 30 Mei 2021 pasien yang terkena DBD tercatat 9.903, pada 14 Juni 2021 angka itu melonjak menjadi 16.320 kasus. Selain angka kejadian, jumlah kematian akibat DBD pun meningkat dari 98 kasus pada akhir Mei 2021 menjadi 147 kasus pada 14 Juni 2021. Hal tersebut menunjukkan adanya kenaikan angka kematian akibat Covid-19 hingga 50%, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan memanfaatkan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di setiap kelurahan untuk melakukan pendataan dan pemetaan lokasi yang dinilai rawan akan terjadinya penyebaran DBD;

b. Mendorong Kemenkes melalui Dinkes untuk melakukan fogging atau pengasapan insektisida ke lokasi yang sudah terdekteksi adanya nyamuk aedes aegypti guna mencegah menyebarnya virus dengue atau penyakit DBD;

c. Mengimbau kepada masyarakat jika merasakan gejala DBD, seperti  berupa muntah, nyeri perut, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi dingin atau hipotermia, dan melambatnya denyut jantung untuk segera melaporkan atau memeriksa kesehatan diri ke pelayanan kesehatan, baik ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat;

d. Mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi atau kebersihan lingkungan sekitar agar terbebas dari sarang nyamuk aedes aegypti, dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menggunakan kelambu, menggunakan obat anti nyamuk, dan jangan menggantung pakaian bekas pakai terlalu lama.

(18 Juni 2021)