Banyak Guru Tolak Divaksin
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap bahwa masih banyak guru yang menolak mendapatkan vaksin sementara pembelajaran tatap muka (PTM) akan segera dibuka pada Juli mendatang, beberapa daerah yang masih ada penolakan vaksinasi adalah di Bengkulu dan Jawa Timur, hal ini berdampak pada rendahnya realisasi vaksinasi guru yang secara nasional baru 28 persen dari 5 juta guru per 31 Mei 2021, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi secara terbuka dan masif terkait vaksinasi khususnya mengenai keamanan vaksin yang banyak diragukan, serta melakukan pendekatan persuasif kepada para guru agar bersedia untuk divaksinasi;
b. Mendorong Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk aktif mendata sekolah-sekolah yang guru dan tenaga pendidiknya belum divaksinasi, sehingga dapat didorong untuk segera mendapatkan vaksin;
c. Mendorong Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk menjadikan realisasi vaksinasi sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk membuka sekolah, bahwa sekolah yang guru dan tenaga pendidikannya belum divaksinasi tidak bisa melaksanakan PTM dan tetap harus menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi keselamatan siswa dan guru;
d. Mendorong Kemenkes dan Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan stok vaksinasi dan memperbanyak sentra vaksinasi untuk guru, sebab banyaknya sentra vaksinasi akan mempermudah guru untuk mengakses vaksin.
(7 Juni 2021)