Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dinilai Masih Ketimpangan
Program Pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak dari Covid-19 hingga triwulan I tahun 2021 masih mengalami ketimpangan, Pemerintah dinilai cenderung fokus menggelontorkan stimulus fiskal dari sisi demand untuk memancing daya beli masyarakat, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kebijakan stimulus fiskal dari sisi supply, seperti insentif pajak dan bantuan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), agar kebijakan fiskal dari sisi demand dan supply yang berjalan seimbang dapat efektif untuk mempercepat pemulihan ekonomi;
b. Mendorong Pemerintah mengoptimalkan kebijakan nonfiskal, seperti memudahkan birokrasi perizinan usaha dan investasi serta menyediakan infrastruktur pendukung yang dapat memudahkan operasional perusahaan, guna menarik investor berinvestasi di sektor usaha dan pengusaha dapat mengoperasikan kembali perusahaannya secara optimal, sehingga dapat mendorong perekonomian negara;
c. Mendorong Pemerintah untuk terus mengoptimalkan kebijakan penekanan kasus Covid-19 dengan mempertimbangkan para pengusaha tetap dapat menjalankan usahanya di tengah kebijakan yang diambil Pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat;
d. Mendorong Perbankan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit kepada para pengusaha, agar dapat digunakan untuk mempertahankan usahanya;
e. Mendorong Pemerintah untuk memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 dan melakukan proses vaksinasi sesuai target, mengingat vaksinasi dinilai menjadi jalan keluar dari pemulihan ekonomi, yaitu titik terang bagi pengusaha untuk kembali menggenjot usahanya.
(4 Mei 2021)