Singapura dan AS Tawarkan Bantuan Investigasi Jatuhnya Sriwijaya SJ 182
Singapura dan Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan untuk membantu investigasi penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 dan pencarian keberadaan pesawat tersebut yang hancur, namun hal ini terhalang kebijakan penutupan Warga Negara Asing (WNA) hingga 14 Januari 2020, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mempertimbangkan tawaran bantuan dari negara sahabat, serta meminta masukan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui seberapa penting peran tim ahli dari AS dan Singapura dalam mempercepat proses investigasi insiden jatuhnya pesawat tersebut, sehingga dapat diputuskan secara tepat untuk membuka atau tidak pintu masuk untuk tim ahli tersebut;
b. Meminta pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat apabila pemerintah membuka pintu bagi tim ahli dari AS dan Singapura, mengingat masuknya WNA tersebut ikut berpotensi untuk membawa masuk virus Corona varian baru yang saat ini tengah diantisipasi oleh pemerintah;
c. Menyampaikan bahwa DPR mendukung penuh upaya evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah dan Tim SAR gabungan, dan meminta KNKT untuk segera mempercepat proses investigasi dan mengungkap hasil investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Airline SJ 182 kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia yang saat ini menanti informasi penyebab pasti jatuhnya pesawat milik Sriwijaya Airlines tersebut;
d. Mengimbau kepada perusahaan maskapai penerbangan Sriwijaya Airline untuk berkomitmen dalam membantu proses evakuasi dan investigasi penyebab jatuhnya pesawat serta terbuka terhadap informasi mengenai SOP maintenance pesawat apabila dibutuhkan oleh tim investigasi dan meminta maskapai Sriwijaya untuk aktif membantu keluarga korban dalam mengurus proses klaim asuransi jiwa.
(11 Januari 2021)