Antisipasi Efek Tiga Siklon di Indonesia

Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemunculan tiga siklon sekaligus, yakni Bakung, 95S, dan 93S menunjukkan meningkatnya risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Bali dan Pulau Jawa. Potensi penguatan siklon 93S dalam waktu dekat menuntut kesiapsiagaan lintas sektor untuk meminimalkan dampak terhadap keselamatan masyarakat, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi, DPR perlu: 

a. Mengapresiasi langkah BMKG yang secara dini menyampaikan peringatan cuaca ekstrem serta mendorong penguatan sistem peringatan dini yang mudah dipahami dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa; 

b. Mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah rawan untuk segera meningkatkan status kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan posko darurat, jalur evakuasi, dan logistik bencana sebelum dampak cuaca ekstrem terjadi; 

c. Meminta Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan pemerintah daerah (pemda) melakukan pemeriksaan cepat terhadap infrastruktur pengendali banjir, drainase, bendungan, dan tebing rawan longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi; 

d. Mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan operator transportasi darat, laut, dan udara menyesuaikan pola operasional, memperketat standar keselamatan, serta menyampaikan informasi secara transparan kepada publik; 

e. Meminta pemda memperkuat koordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memastikan kesiapan masyarakat, termasuk pembatasan aktivitas di wilayah pesisir, sungai, dan daerah rawan bencana; 

f. Mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema perlindungan sosial darurat bagi kelompok rentan yang berpotensi terdampak, seperti nelayan, petani, dan masyarakat berpenghasilan harian; 

g. Menegaskan perlunya evaluasi tata ruang dan kebijakan pembangunan di wilayah rawan bencana hidrometeorologi sebagai langkah jangka panjang menghadapi peningkatan frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.(DRL)