Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mengalami Kerugian
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami kerugian
pada tahun 2025 akibat konflik kepentingan dan beban penugasan dari
pemerintah yang tidak diimbangi dengan dukungan pendanaan yang
memadai. Dari 1.046 perusahaan milik negara dan afiliasinya, tercatat
sekitar 52 persen mengalami kerugian. Buruknya kinerja sejumlah
BUMN tersebut juga disebabkan oleh lemahnya fungsi pengawasan
dari dewan komisaris serta rendahnya penerapan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), DPR perlu:
a. Meminta Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP
BUMN), untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja
dan tata kelola perusahaan BUMN serta afiliasinya, mengingat
52 persen dari total 1.046 BUMN dan anak perusahaan
mengalami kerugian pada tahun 2025;
b. Mendorong Pemerintah untuk memperkuat prinsip tata kelola
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) di
seluruh BUMN, termasuk transparansi laporan keuangan,
akuntabilitas manajemen, serta profesionalisme dalam
pengangkatan direksi dan komisaris. Penempatan pejabat di
jajaran BUMN harus berbasis kompetensi, integritas, dan rekam
jejak kinerja, bukan karena pertimbangan politik atau afiliasi
tertentu;
c. Meminta Pemerintah meninjau kembali kebijakan penugasan
khusus kepada BUMN yang membebani keuangan perusahaan
tanpa dukungan kompensasi atau skema pembiayaan yang
jelas. Setiap penugasan seharusnya disertai analisis kelayakan
ekonomi dan dampak fiskal, agar tidak menimbulkan kerugian
struktural yang berulang dan menggerus nilai aset negara;
d. Mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan
audit kinerja dan audit kepatuhan terhadap BUMN yang
menunjukkan tren kerugian signifikan;f. Meminta Pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas publik atas kinerja BUMN, dengan menerapkan
laporan kinerja tahunan yang mudah diakses masyarakat serta
mekanisme pengawasan bersama agar BUMN kembali pada
tujuan utama yaitu memberikan manfaat ekonomi, mendukung
pembangunan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan. (RAN)