Nilai Tukar Rupiah Melemah Perburuk Industri Manufaktur
Nilai tukar rupiah terus tertekan. Pada Jumat, 26 September 2025 kurs rupiah Jisdor melemah 0,13% dalam sehari dan ditutup di Rp16.775 per USD. Sepanjang tahun 2025 berjalan, rupiah sudah melemah 3,98% dan sudah di atas asumsi dari pemerintah di Rp16.000 per USD. Hal tersebut menjadi kecemasan di kalangan dunia usaha serta memperburuk ongkos produksi industri manufaktur, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Bank Indonesia (BI) dan stakeholders terkait, untuk lebih serius dalam menyikapi depresiasi rupiah dengan segera mengambil langkah antisipatif dan akurat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah;
b. Meminta Pemerintah bersama otoritas fiskal terkait untuk memperkuat strategi prediksi (forecasting) makroekonomi, sehingga pelemahan rupiah yang bersifat musiman maupun struktural dapat diantisipasi lebih awal tanpa menimbulkan kepanikan di kalangan pelaku usaha;
c. Mendorong pemerintah memberikan kepastian kebijakan yang memberikan perlindungan bagi sektor industri manufaktur, migas, dan ekspor, terutama terkait ketersediaan bahan baku impor, biaya logistik, serta akses pembiayaan yang stabil agar dunia usaha tetap kompetitif di tengah fluktuasi rupiah;
d. Mendorong Pemerintah dan otoritas fiskal terkait untuk menjaga kredibilitas pasar melalui disiplin fiskal, pengelolaan utang yang hati-hati, serta penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang realistis agar tetap mampu menjaga keseimbangan antara belanja, utang, dan penerimaan negara;
e. Mendorong Pemerintah agar dalam mengeluarkan kebijakan dapat seimbang dalam menjaga daya beli masyarakat terutama melalui pengendalian inflasi tersembunyi akibat kenaikan harga barang impor dan energi, sehingga tidak memperburuk pelemahan permintaan domestik;
f. Mendorong Pemerintah agar dalam mengeluarkan kebijakan untuk dapat merancang kebijakan yang meredakan fluktuasi dan menciptakan stabilitas pasar uang, serta menghindari pengiriman sinyal negatif pada industri nasional seperti melalui penerapan bunga deposito valas yang cukup tinggi. (MRT)