Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk
Pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo yang tengah dalam tahap pengecoran akhir tiba-tiba ambruk. Diperkirakan terdapat ratusan santri berada di dalamnya tertimpa reruntuhan beton, dari total sekitar 84 santri yang berhasil dievakuasi, satu santri dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit (RS), sedangkan sebagian lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di beberapa RS di Sidoarjo, DPR perlu:
a. Meminta Kepolisian bersama Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pekerja Umum (PU), Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo melakukan investigasi mendalam atas penyebab ambruknya bangunan Ponpes, sekaligus mendorong Kementerian Pekerja Umum (PU) melaksanakan audit teknis pada gedung-gedung pesantren lain yang berpotensi membahayakan keselamatan santri;
b. Menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal serta empati kepada seluruh santri dan pengurus pesantren yang terdampak dengan mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan santunan, layanan medis secara optimal, serta pendampingan psikososial (trauma healing) agar santri dapat pulih dari dampak fisik maupun mental;
c. Meminta Kementerian PU menyusun pedoman teknis dan standar minimum keamanan bangunan pesantren dan sekolah, serta memastikan setiap pesantren maupun sekolah wajib memiliki sertifikat laik fungsi yang diverifikasi secara berkala, agar keamanan bangunan terjamin dan tidak ada lagi gedung yang digunakan tanpa standar konstruksi yang memadai;
d. Mengingatkan Pemda untuk memperketat proses perizinan bangunan pesantren, mewajibkan sertifikasi laik fungsi sebelum digunakan, serta memberikan sanksi tegas bagi pihak yang melanggar standar keselamatan konstruksi. (MRT)