Antam Impor Emas 30 Ton dari Singapura-Australia

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengimpor emas sekitar 30 ton dari Singapura dan Australia untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pasalnya, hingga saat ini tambang emas Antam di Pongkor, Jawa Barat, hanya mampu memproduksi 1 ton emas dalam satu tahun, sementara permintaan domestik melonjak hingga 37 ton di tahun lalu, dan 43 ton saat ini, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas produksi emas nasional, khususnya di tambang Pongkor dan aset tambang lainnya milik Antam, serta menyusun strategi peningkatan produksi agar ketergantungan pada impor dapat dikurangi; 

b. Mendorong Kementerian Perindustrian dan Kementerian Investasi/BKPM untuk mempercepat program hilirisasi mineral, termasuk pengembangan industri pemurnian dan pengolahan emas di dalam negeri, guna memperkuat cadangan emas nasional sekaligus memberi nilai tambah ekonomi; 

c. Meminta Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi stabilitas pasokan emas domestik yang berhubungan langsung dengan pasar keuangan, investasi masyarakat, serta cadangan devisa nasional, agar tidak menimbulkan gejolak harga di pasar; 

d. Mendorong Kementerian Keuangan untuk menyiapkan kebijakan insentif fiskal dan pembiayaan bagi ekspansi tambang emas baru atau revitalisasi tambang yang sudah ada, sekaligus memastikan impor emas dilakukan secara transparan, efisien, dan tidak membebani APBN; 

e. Meminta Kementerian BUMN bersama Antam untuk meningkatkan kerja sama riset dan eksplorasi dengan perguruan tinggi serta lembaga riset nasional dalam rangka menemukan cadangan emas baru di wilayah potensial, sehingga kebutuhan emas dalam negeri dapat dipenuhi dari produksi nasional;

f. Mendorong Kementerian Perdagangan untuk memastikan tata kelola impor emas berjalan sesuai kebutuhan riil domestik, menghindari potensi penyalahgunaan impor, serta melibatkan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) perhiasan dan kerajinan emas agar mendapat akses bahan baku yang lebih terjangkau. (MRT)