1,25 Miliar Trafik Internet Dicurigai Oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat bahwa sepanjang periode 2020 hingga Juli 2025, Indonesia mengalami rata-rata 1,25 miliar anomali trafik internet setiap tahun, yang mencerminkan upaya mencurigakan berpotensi mengancam integritas layanan publik dan keamanan data nasional. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena lonjakan serangan ini dapat mengganggu operasional pemerintahan, merusak kepercayaan publik terhadap sistem digital, dan membuka celah bagi pencurian data sensitif, DPR perlu:  

a. Mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mempercepat pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di setiap pemerintah daerah, termasuk pengalokasian SDM IT dan anggaran operasional yang memadai sesuai Surat Edaran Bersama Nomor 600.5/3022/SJ dan Nomor 61 Tahun 2025, serta melaporkan progresnya secara periodik kepada DPR; 

b. Menyampaikan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perlu memperkuat regulasi teknis dan infrastruktur sensor keamanan siber, khususnya pada 7.347 aplikasi pelayanan publik daerah, agar mampu mendeteksi dan menindak anomali trafik secara real time; 

c. Memastikan bahwa BSSN mendapatkan basis hukum yang lebih kuat melalui pengangkatan fungsinya ke dalam Undang-Undang (bukan sekadar Peraturan Presiden), sehingga memiliki kewenangan koordinasi yang konstitusional dengan kementerian/lembaga terkait dalam pengelolaan anomali trafik dan respons insiden siber; 

d. Menyampaikan bahwa DPR perlu menginisiasi evaluasi dampak sosial-politik dari anomali trafik terhadap layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan serta mendorong penyusunan kebijakan mitigasi gangguan siber dalam RPJMN dan dokumen perencanaan nasional; 

e. Memastikan bahwa BSSN dan Kementerian Komdigi mengembangkan sistem pemantauan dan pelaporan berbasis data (dashboard nasional) yang transparan dan bisa diakses publik, untuk memantau tren trafik mencurigakan, anomali, dan insiden siber di berbagai wilayah secara real time. (GAT)