Harga Beras Melonjak di Sejumlah Daerah
Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras mengalami lonjakan signifikan di lebih dari 200 daerah di Indonesia, dengan kenaikan tertinggi mencapai Rp54.000 per lima kilogram. Kondisi ini dipicu oleh gangguan produksi padi akibat cuaca ekstrem dan perubahan pola tanam. Kenaikan harga beras sebagai bahan pokok utama sangat berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian untuk melakukan percepatan pendataan dan pemulihan sentra produksi padi yang terdampak cuaca ekstrem, dengan mengoptimalkan teknologi prediksi iklim dan penyuluhan kepada petani untuk adaptasi pola tanam berbasis data agroklimat;
b. Menyampaikan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) perlu memperkuat koordinasi distribusi beras antar daerah melalui cadangan pangan pemerintah dan sistem logistik nasional guna menstabilkan pasokan di wilayah-wilayah dengan lonjakan harga tertinggi;
c. Memastikan bahwa Kementerian Perdagangan segera meninjau kembali kebijakan harga eceran tertinggi (HET) beras agar selaras dengan kondisi riil pasar, serta menindak tegas praktik penimbunan dan spekulasi yang merugikan konsumen;
d. Menegaskan bahwa Kementerian Sosial harus memperluas jangkauan program bantuan pangan non-tunai (BPNT) secara sementara di wilayah terdampak, guna menjaga perlindungan sosial masyarakat rentan selama fluktuasi harga beras berlangsung;
e. Mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menginstruksikan pemerintah daerah mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan stok beras di pasar lokal;
f. Memastikan bahwa Badan Pusat Statistik ()BPS) dan Kementerian Keuangan bekerja sama dalam memperbarui data pangan nasional sebagai basis perencanaan dan intervensi fiskal yang lebih tepat sasaran, termasuk subsidi input produksi dan insentif petani;
g. Menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR perlu mempercepat program reforma agraria dan perbaikan infrastruktur irigasi sebagai upaya jangka panjang mendukung produktivitas pertanian dan stabilisasi harga beras.(DRL)