Banyak Beasiswa tidak Tepat Sasaran
Pemerintah menargetkan 1 juta orang di Indonesia mendapatkan beasiswa pendidikan dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sebagai upaya perluasan akses pendidikan bagi seluruh warga Indonesia. Namun, penyelenggaraannya masih perlu diperbaiki agar tepat sasaran. Masih banyak anak dari keluarga mampu mendapatkan beasiswa pendidikan. Ironisnya, mereka yang kurang mampu harus berjibaku dengan biaya pendidikan yang kian mahal, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikti) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pengawasan terhadap lembaga penyelenggara beasiswa seperti LPDP dan dinas pendidikan daerah agar memastikan mekanisme seleksi berbasis kebutuhan ekonomi berjalan secara objektif dan transparan;
b. Mendorong Pemerintah agar segera mengimplementasikan penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan integrasi dengan data kependudukan (dukcapil) untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu;
c. Mendorong pelibatan aktif pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah seperti RT/RW, sekolah, dan kelurahan dalam proses verifikasi dan validasi calon penerima beasiswa untuk mencegah manipulasi data dan memaksimalkan ketepatan sasaran;
d. Mendorong Kementerian Pendidikan dalam programnya dapat meningkatkan anggaran beasiswa bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang sering luput dari program strategis Pendidikan;
e. Mendorong Kementerian Pendidikan menyiapkan sistem evaluasi berkala berbasis data dan publikasi terbuka mengenai penerima manfaat beasiswa. (DRL)