Jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia turun signifikan dalam beberapa tahun terakhir

 Jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia turun signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yakni 60 juta orang atau 23 persen dari total popuasi pada tahun 2018 menjadi 52 juta orang atau 18,8 persen pada tahun 2023. Dalam waktu lima tahun, ada 8,5 juta orang yang “turun kelas” dari kelas menengah menjadi calon kelas menengah dan rentan DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah berhati-hati terhadap tren penurunan ini dan memberikan perhatian khusus, sebab menjadi salah satu sinyal melemahnya daya beli masyarakat dan perekonomian nasional. Ditambah pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada tiga triwulan terakhir pun tumbuh di bawah lima persen padahal terdapat momentum pergantian tahun, Ramadhan, Idul Fitri, dan musim liburan sekolah yang semestinya konsumsi rumah tangga meningkat;

b. Mendorong pemerintah memperhitungkan dengan cermat sejumlah kebijakan yang akan diambil ke depan yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, khususnya pada kelas menengah, seperti rencana ekstensifikasi cukai dan menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen;

c. Mendorong pemerintah mengkaji kebijakan yang dapat menstimulus daya beli dan konsumsi masyarakat menengah guna mempertahankan ekonomi kelas menengah, serta berupaya meningkatkan kembali penduduk kelas menengah yang telah mengalami turun kelas, seperti pemberian insentif pajak;

d. Mendorong pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan perhatian khusus pada peningkatan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kota-kota besar, khususnya di Jakarta, dan segera melakukan antisipasi agar hal ini tidak terus terjadi, sebab akan semakin menurunkan daya beli masyarakat; 

e. Mendrorong pemerintah menambah dan melakukan pemerataan program pelatihan digitalisasi, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan digital untuk meningkatkan kemampuan kompetensi diri sesuai kebutuhan industri terkini maupun menjadi wirausaha mandiri.