IGC Sebut Indonesia menjadi negara penghasil sampah makanan terbesar nomor dua di dunia
Komunitas Indonesian Gastronomy Community (IGC) mengungkap Indonesia menjadi negara penghasil sampah makanan terbesar nomor dua di dunia, dengan jumlah 20,93 juta ton setiap tahun. Adapun sektor penyumbang sampah makanan tersebut didominasi industri pangan, perhotelan, dan sampah rumah tangga, DPR perlu:
a. Meminta pemerintah menggalakkan sosialisasi nasional tentang dampak negatif dari sampah makanan, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program edukasi di sekolah-sekolah dan komunitas tentang pentingnya mengelola makanan dengan bijak;
b. Mendorong pemerintah menyusun dan memberlakukan regulasi yang mendorong restoran, perhotelan, dan rumah tangga untuk mengurangi sampah makanan, serta mengadopsi kebijakan yang mendorong distribusi makanan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya melalui bank makanan atau program donasi makanan yang terorganisir dengan baik;
c. Mendorong pemerintah meningkatkan infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif, termasuk fasilitas komposting dan teknologi daur ulang makanan yang dapat mengubah sampah makanan menjadi sumber energi atau pupuk organik;
d. Mendorong pemerintah bekerja sama dengan sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan solusi bersama dalam mengurangi sampah makanan, atau mengembangkan kemitraan dengan organisasi internasional yang memiliki program pengelolaan sampah makanan yang terbukti berhasil;
e. Mengimbau masyarakat mengubah pola konsumsi melalui program gaya hidup berkelanjutan, seperti mengurangi pembelian makanan berlebih dan memprioritaskan konsumsi produk lokal dan mengajak masyarakat untuk mempraktikkan konsep zero-waste dalam kehidupan sehari-hari.