Serapan pupuk bersubsidi diketahui masih rendah di sejumlah wilayah

Serapan pupuk bersubsidi diketahui masih rendah di sejumlah wilayah, serta belum masifnya sosialisasi penambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 100 persen, yakni dari semula 4,7 ton menjadi 9,55 juta ton. Akan tetapi, hal tersebut diakui oleh petani belum sepenuhnya terasa berdampak, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) mengevaluasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam program pupuk bersubsidi, serta segera menyusun solusi-solusi yang tepat dalam menyelesaikan persoalan dan hambatan tersebut;

b. Mendorong Kementan meningkatkan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi di tiap wilayah, agar manfaat dari pupuk bersubsidi dapat dirasakan oleh petani dan tersalurkan tepat sasaran;

c. Mendorong Kementan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memberikan pendampingan dan arahan kepada petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, serta memastikan proses perolehan pupuk bersubsidi bagi petani tidak dipersulit;

d. Mendorong Kementan memperbaharui pendataan petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, serta terus memantau program pupuk bersubsidi agar ke depannya penyaluran pupuk bersubsidi dapat minim dari risiko penyalahgunaan dan benar-benar tersalurkan sesuai target.