Kemenkes catat kasus TBC di Indonesia capai 1.060.000 kasus
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai 1.060.000 kasus, yang mana menjadi jumlah tertinggi yang pernah ada, sebab gencarnya sistem deteksi dan pelaporan dari fasilitas layanan kesehatan. Diketahui, kasus TBC pada anak meningkat drastis atau melonjak tiga kali lipat, DPR perlu:
a. Mendorong Kemenkes meminta fasilitas kesehatan (faskes) untuk meningkatkan deteksi dan memastikan penderita TBC diobati sampai tuntas dan sembuh sehingga kasusnya tidak makin besar dan menular ke lingkungan sekitar;
b. Mendorong Kemenkes menyusun langkah konkret untuk menurunkan kasus TBC di Indonesia, serta terus berupaya mempercepat upaya-upaya eliminasi penyakit TBC di Indonesia, sebagai salah satu komitmen pemerintah dalam memperingati Hari TBC Sedunia pada tanggal 24 Maret tiap tahunnya;
c. Mendorong Kemenkes meningkatkan alokasi anggaran kesehatan secara khusus guna mendukung program pengentasan TBC, sehingga program-program untuk deteksi, pengobatan, dan vaksinasi TBC dapat dijalankan secara lebih efektif dan efisien, mengingat target pemerintah untuk mengeliminasi TBC tahun 2030 yakni menurunkan insiden TBC menjadi 65 per 100.000 penduduk dan mencapai eliminasi penuh pada tahun 2045;
d. Mendorong Kemenkes meningkatkan jaringan surveilans dan deteksi TBC di seluruh wilayah Indonesia, agar lebih banyak kasus TBC yang dapat teridentifikasi secara cepat sehingga penderita TBC bisa segera mendapatkan penanganan lebih lanjut yang tepat, dan dan penyebaran penyakit TBC dapat terus dikurangi atau ditekan;
e. Mendorong Kemenkes memastikan ketersediaan dan distribusi obat-obatan TBC yang memadai di seluruh faskes guna membantu memastikan bahwa pasien TBC mendapatkan obat secara tepat waktu dan teratur, serta mendorong Kemenkes mempercepat kajian dan pendatangan vaksin TBC baru agar upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran TBC dapat dilakukan secara optimal;
f. Mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap program-program pengentasan TBC yang telah dilakukan selama ini, serta terus memastikan program pengentasan TBC berjalan dengan efektif, tepat sasaran, dan memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengurangi angka kasus TBC di Indonesia;
g. Mendorong Kemenkes bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat mengenai penyakit TBC, sehingga dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC, sehingga partisipasi masyarakat dalam mendukung program pengentasan TBC bisa ditingkatkan.