WHO Temukan Varian Covid-19 yaitu varian BA.2.86 atau Pirola

World Health Organization (WHO) dan Central of Disease Control (CDC) Amerika Serikat mengumumkan temuan varian Covid-19 baru, yaitu varian BA.2.86 atau Pirola, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan WHO untuk terus mengupdate perkembangan dan penyebaran varian Pirola secara global, serta untuk mengetahui kategori terupdate dari varian Pirola yang diketahui merupakan strain yang memiliki mutasi dalam jumlah besar sehingga berpotensi lebih mungkin mengelak dari kekebalan atau lebih mungkin menumbangkan kekebalan yang dibangun oleh tubuh;

b. Mendorong Kemenkes menyusun strategi secara tepat dan cepat guna mencegah masuknya varian Pirola ke Indonesia, salah satunya dari mempelajari pola masuknya beberapa varian Covid-19 sebelumnya ke Indonesia, dan mengatur langkah untuk mengantisipasi penanganan terhadap dampak yang berpotensi timbul apabila terpapar varian Pirola;

c. Mendorong Pemerintah segera melakukan pemetaan terhadap negara-negara yang telah terjangkiti varian Pirola, guna memperketat pengawasan masuknya pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari negara-negara tersebut ke Indonesia, khususnya dalam hal pengecekan (screening) kesehatan;

d. Mendorong Kemenkes terus melakukan whole genome sequencing (WGS) guna memetakan dan mendeteksi varian-varian baru virus corona yang bermutasi di dalam negeri, sebagai langkah awal untuk deteksi dini guna mencegah meluasnya virus corona beserta variannya; 

e. Mendorong Kemenkes terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat terhadap ancaman virus corona beserta seluruh varian barunya, yaitu dengan menggencarkan upaya vaksinasi Covid-19 dosis pertama, kedua, hingga booster, sehingga imun tubuh masyarakat dapat lebih kuat sebagai antisipasi awal menghadapi ancaman virus yang masih berkembang, serta mulai mencanangkan untuk mengupdate vaksinasi Covid-19 agar bisa disesuaikan dengan varian virus yang beredar saat ini;

f. Mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan para tenaga kesehatan (nakes) untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan fasilitas kesehatan (faskes) seperti dengan memastikan kecukupan keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR), ketersediaan obat-obatan, jumlah nakes yang memadai, dan kelengkapan sarana maupun prasarana di faskes, agar sistem kesehatan di Indonesia dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai potensi risiko kesehatan yang timbul, khususnya akibat dari Covid-19 dan varian barunya yang saat ini masih terus berkembang;

g. Mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tetap berhati-hati dalam melakukan mobilitas dan aktivitas, yaitu dengan tetap memakai masker dan rajin mencuci tangan, mengingat kunci dasar untuk mencegah diri terpapar virus adalah proteksi diri yang maksimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari.