Penurunan Stok Cadangan Beras Nasional

Situasi pasar beras nasional tengah tertekan akibat penurunan produksi yang berimbas pada pengadaan cadangan beras pemerintah. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor yaitu kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, kenaikan harga pupuk, konversi lahan, serta berkurangnya pasokan dari luar negeri, DPR perlu:

a. Meminta pemerintah, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memperhatikan dan segera mengambil tindakan dari berbagai lini untuk mengatasi masalah pasokan beras guna mencegah terjadi kelangkaan dan lonjakan harga beras dalam waktu yang lebih lama;

b. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya dan mencari solusi strategis maupun inovasi untuk mendongkrak produksi padi dalam negeri dan memastikan petani sejahtera guna tercapainya sasembada beras dalam jangka panjang;

c. Mendukung upaya Perum Bulog untuk terus berkoordinasi dengan negara eksportir beras guna mempercepat ekspor beras ke Indonesia;

d. Mendorong pemerintah dan Perum Bulog waspada terhadap munculnya kebijakan dari negara eksportir yang menutup keran ekspor beras mereka. Pemerintah dan Bulog diharapkan mulai mencari negara eksportir beras baru;

e. Mendorong Kemendag dan Bapanas melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pangan dan melakukan upaya untuk mencegah potensi penimbunan oleh berbagai pihak yang berdampak pada kelangkaan dan tidak stabilnya harga beras di pasaran;

f. Mendorong pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tepat pada waktunya sesuai dengan rencana, yakni Oktober, November dan Desember 2023 serta memastikan program tersebut melalui pengawasan ketat, sehingga bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak;

g. Mendorong pemerintah, pemerintah daerah (pemda), Bulog, dan Bapanas untuk melakukan operasi pasar berkala melalui penjualan beras di bawah harga eceran tertinggi (HET) pada daerah yang sangat kekurangan pasokan beras guna meningkatkan pasokan dan stabilisasi harga beras;

h. Mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli kebutuhan bahan pangan, khususnya beras sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan tidak panic buying, sebab hal tersebut berpotensi berdampak pada semakin naiknya harga beras di pasaran;

i. Mendorong Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, dan Bapanas terus memperbarui data suplai dan kebutuhan beras  agar jumlah atau stok beras di pasaran seimbang dengan kebutuhan masyarakat, guna menjaga stabilisasi harga beras.