Gangguan Layanan Perbankan Milik Bank Syariah Indonesia (BSI)

 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan penyebab ganggun layanan perbankan milik Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam empat hari terakhir adalah adanya serangan siber, DPR perlu:

a. Mendorong pihak BSI terus memperbaiki dan memperkuat keamanan sistem teknologi informasi (IT) untuk menjaga kepercayaan nasabah, mengingat BSI merupakan bank milik negara termuda yang masih berupaya membangun reputasi, khususnya dengan value syariah;

b. Mendorong BSI menyampaikan kepada nasabah dan masyarakat umum bahwa BSI terus memperbaiki sistem layanan dan memperkuat keamanan dan memastikan dana dan data nasabah tetap aman, serta mengimbau nasabah tidak perlu panik;

c. Mendorong Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan pengawasan terhadap seluruh bank milik negara, khususnya BSI untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank milik negara;

d. Mendorong BSI terus berinovasi dalam sistem layanan perbankan dan melakukan studi banding terhadap bank milik negara lainnya maupun bank syariah lain untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dan meningkatkan daya saing BSI;

e. Mendorong pemerintah, OJK, dan Bank Indonesia (BI) memperkuat sistem keamanan IT dalam berbagai sektor dan membangun sistem yang canggih, sehingga tidak mudah ditembus oleh kejahatan siber untuk menjaga keamanan masyarakat. (RA)