Insiden Ledakan Kilang Minyak Pertamina di Dumai, Riau
Insiden ledakan kilang minyak milik Pertamina kembali berulang. Terbaru, Kilang Minyak Pertamina (KPI) Refinery Unit (RU) Regional II Dumai, Riau mengalami ledakan diduga berasal dari area gas compressor pada Sabtu Malam (1/4/2023), peristiwa tersebut menyebabkan pekerja PT Pertamina (Persero) mengalami luka-luka, kerusakan di area kilang, dan kerusakan minor sejumlah properti milik masyarakat dan fasilitas ibadah, DPR perlu:
a. Mengungkapkan rasa keprihatinan atas terjadinya insiden ledakan yang menyebabkan lima pekerja PT Pertamina luka-luka, sejumlah kerusakan di area kilang serta lingkungan masyarakat sekitar;
b. Mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Riau, dan PT Pertamina untuk melakukan pengamanan parameter area serta penyelidikan secara menyeluruh mengenai penyebab insiden ledakan tersebut;
c. Mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) untuk melakukan audit, evaluasi, dan perbaikan menyeluruh terhadap pengelolaan sistem keamanan dan fasilitas kilang PT Pertamina, mengingat insiden ledakan KPI bukan yang pertama kali terjadi. Tercatat, sejak 2021 sudah tujuh kali aset Pertamina mengalami kebakaran yaitu Kilang Balongan terbakar pada 29 Maret 2021, Kilang Cilacap terbakar pada 11 Juni 2021 kemudian terbakar lagi pada 13 November 2021, Kilang minyak Balikpapan terbakar pada 4 Maret 2022 kemudian terbakar lagi pada 15 Mei 2022, Depo Pertamina Plumpang terbakar pada 3 Maret 2023, lalu kilang minyak Pertamina di Kota Dumai pada 1 April 2023;
d. Mendesak PT Pertamina secara serius dan konsisten untuk melakukan perbaikan dan penguatan sistem keamanan pada aset dan fasilitas milik PT Pertamina, serta menjalankan aspek Health, Safety, Security, dan Environment (HSSE) dan menerapkan standar zero accident guna mencegah berulangnya insiden serupa mengingat aset PT Pertamina merupakan aset strategis yang beresiko tinggi;
e. Mendorong PT Pertamina untuk segera melakukan recovery pada Unit Hydro Craker/Hydrocracking Complex Unit (HCU) yang mengalami kerusakan serta memastikan terjaminnya tersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional, khususnya di wilayah Sumatra Utara;
f. Mendorong Tim Keadaan Darurat PT Pertamina (Persero) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan pendataan dan pemantauan dampak ledakan KPI RU Dumai terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat;
g. Meminta PT Pertamina untuk bertanggungjawab penuh atas kerusakan yang diterima oleh warga sekitar yang terdampak insiden ledakan kilang tersebut. (SR)