BNPN Antisipasi Bencana Karhutla Pada Enam Provinsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan antisipasi bencana di enam provinsi yang termasuk sebagai kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yaitu provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, DPR perlu:
a. Mendorong BNPB bersama Pemerintah Daerah (Pemda) enam provinsi tersebut mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan suhu di sejumlah wilayah tersebut, mengingat peningkatan suhu turut menyebabkan peningkatan potensi karhutla;
b. Mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan satuan-satuan perangkat dan personel helikopter patroli, helikopter water bombing, dan tim operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk siaga di enam provinsi tersebut mulai dari sebelum memasuki musim panas;
c. Mendorong Pemda berperan dalam melakukan pemantauan (monitoring), memberikan peringatan, mendeteksi dini karhutla, dan memantau prediksi iklim serta cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), agar langkah dan upaya siaga darurat lebih tepat dan akurat dalam menangani dan mencegah potensi terjadinya karhutla;
d. Mendorong KLHK, BNPB, BPBD, dan Pemda turut melibatkan aparat daerah, para pemangku kepen-tingan, dan tokoh masyarakat sekitar dalam melakukan langkah pencegahan karhutla, serta bersama aparat Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), tokoh masyarakat, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) meningkatkan patroli di wilayah hutan;
e. Mendorong KLHK, BNPB, BPBD, dan Pemda mempersiapkan alokasi anggaran, tenaga, dan sarana-prasarana untuk keperluan penanggulangan karhutla secara maksimal, serta berkoordinasi dengan Kepolisian dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta memberikan sanksi tegas, baik sanksi administratif, perdata, maupun pidana;
f. Mendorong KLHK, BNPB, BPBD, dan Pemda untuk memaksimalkan upaya TMC hingga fase musim kering tahun 2023 ini berakhir. (LA)