BNPB Catat 76 Kejadian Dikategorikan Bencana Hidrometrologi Sejak 10-16 Oktober 2022

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 76 kejadian yang dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi basah di wilayah Indonesia sejak 10-16 Oktober 2022, DPR perlu:

a. Meminta BNPB bersama pemerintah daerah melakukan langkah tanggap darurat terhadap setiap bencana yang terjadi dengan melakukan evakuasi dan memberikan pengobatan serta bantuan materi maupun moril kepada korban;

b. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Indonesia, sebab semua bencana hidrometeorologi yang terjadi bermula dari cuaca ekstrem yakni hujan deras disertai angin kencang dan petir dalam waktu yang cukup lama;

c. Mendorong BNPB untuk aktif menyosialisasikan langkah mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan baik tentang kemampuan menghadapi ancaman bencana;

d. Meminta masyarakat untuk bersiaga setiap saat untuk menghindari dampak buruk dan kerugian materi akibat bencana hidrometeorologi yang disebabkan cuaca ekstrem. Masyarakat yang bermukim di tempat dengan potensi dampak bencana hidrometeorologi tinggi diimbau untuk mengungsi sementara waktu ke rumah saudara atau ke tempat yang lebih aman. (EKI)

(18 Oktober 2022)