Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Masih Tertinggal Jauh

Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga di Asia Tenggara terkait dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Saat ini, kapasitas PLTS terpasang di Indonesia masih ratusan megawatt sedangkan di Vietnam sudah memiliki kapasitas terpasang PLTS mencapai puluhan gigawatt (GW), DPR perlu:

a. Meminta Kementerian ESDM melalui Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk mendukung pengembangan perusahaan penunjang tenaga listrik dalam negeri, baik yang dilaksanakan BUMN, BUMD, badan usaha swasta, dan koperasi, guna mencapai target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025;

b. Mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi komponen industri panel surya dalam negeri, mengingat sejumlah perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga surya di dalam negeri masih terhambat untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen;

c. Meminta pemerintah menjalin kerjasama atau belajar dengan negara lain yang sudah lebih dahulu mengembangkan dan menggunakan PLTS guna mengetahui kekurangan Indonesia untuk membangun PLTS mengingat Indonesia adalah negara tropis yang terletak di garis khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun.

(27 Juni 2022)