73 Persen Kematian Di Indonesia Disebabkan Oleh Penyakit tidak Menular
Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 73 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan hipertensi. Diketahui penyakit tidak menular tersebut masih terus mengalami peningkatan di Indonesia dengan beban biaya kesehatan yang makin besar, namun komitmen dan upaya pemerintah untuk menanggulangi kondisi tersebut masih cenderung lemah, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi hal tersebut, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah untuk memperkuat kebijakan terkait pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia, mengingat hal tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk melindungi kelompok rentan;
b. Mendorong Kemenkes bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memperhatikan faktor-faktor risiko yang berpotensi menyebabkan penyakit tidak menular tersebut, seperti konsumsi rokok serta konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, mengingat perlu adanya upaya penanggulangan untuk menekan angka kasus kematian akibat penyakit tidak menular;
c. Mendorong Kemenkes mengkaji kembali upaya dan peraturan yang selama ini berkaitan dengan penanggulangan penyakit tidak menular, seperti edukasi bagi masyarakat, pengendalian rokok, maupun pembatasan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), sebab penyakit obesitas, diabetes, hingga hipertensi berpotensi disebabkan oleh pengonsumsian berlebihan rokok, makanan, maupun minuman berpemanis;
d. Mendorong pemerintah untuk tetap fokus pada penanggulangan penyakit tidak menular tersebut, meskipun saat ini pemerintah tengah memprioritaskan penanggulangan pandemi Covid-19 dan hepatitis akut, namun perlu diingat bahwa penyakit tidak menular juga perlu mendapatkan penanganan yang optimal agar ke depannya jumlah kasus penyakit tidak menular dapat terus ditekan dan tidak kembali mengalami peningkatan;
e. Mengimbau masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat dan berhati-hati terhadap potensi penyakit tidak menular yang mungkin terjadi pada masing-masing individu, mengingat kondisi saat ini penyebaran virus dan penyakit masih merebak luas, sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya menjaga diri dari Covid-19 maupun hepatitis akut, tetapi juga menjaga diri dari potensi penyakit lainnya.