Program Minyak Goreng Curah Hadapi Kendala Dari Produksi Hingga Distribusi
Program pengadaan minyak goreng curah bersubsidi menghadapi kendala dari tahap produksi sampai distribusi yang membuat pasokan dan harganya sampai sekarang belum kembali stabil di pasaran. Jika kondisi ini tidak kunjung terkontrol menjelang momen lebaran, pasokannya akan semakin langka dan harga minyak goreng bisa melejit semakin tinggi di tengah permintaan yang meningkat, DPR Perlu:
a. Meminta pemerintah melakukan intervensi untuk menstabilkan kembali pasokan harga minyak goreng curah bersubsidi, salah satunya dengan melibatkan Perum Bulog, mengingat jaringan distribusi Bulog yang sampai ke daerah diharapkan akan pendistribusian lebih lancar;
b. Meminta pemerintah mengevaluasi kembali penyaluran minyak goreng yang diserahkan penuh pada mekanisme pasar, mengingat penyaluran mengikuti mekanisme pasar seperti sekarang ini berpotensi berujung pada penyelewengan di jalur distribusi yang dapat mengakibatkan kelangkaan dan harga rata-rata minyak goreng curah masih tinggi serta jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter yang ditetapkan pemerintah;
c. Mendorong pemerintah bersama Tim Satuan Tugas Pangan Polri terus menggencarkan inspeksi mendadak (sidak), karena masih ditemukannya sejumlah ketidakpatuhan di tingkat produsen sampai distributor, dimana sejumlah produsen tidak mendaftarkan data jaringan distribusinya secara benar di aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah). Mengingat, pendataan jalur distribusi di aplikasi Simirah memainkan peran penting untuk memantau jalur penyaluran minyak goreng curah bersubsidi.
(18 April 2022)