KKB Diduga Mendapat Pasokan Senjata Api dari Papua Nugini

Dandim 1715 Yahukimo Papua menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge mendapat pasokan amunisi dan senjata api dari Papua Nugini. Senjata-senjata tersebut digunakan untuk menyerang aparat hingga terjadi baku tembak dan menyebabkan seorang prajurit TNI meninggal dunia pada Sabtu (20/11) lalu, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah untuk melakukan upaya diplomasi dengan pemerintah Papua Nugini agar bersama-sama mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menangani KKB dengan mencegah dukungan senjata bagi KKB, sehingga diharapkan dengan dukungan seluruh pihak maka konflik di Papua dapat segera terselesaikan;

b. Mendorong Panglima TNI untuk segera mengatur strategi baru dalam menyelesaikan konflik Papua, mengingat kehadiran pimpinan baru di TNI dan Angkatan Darat sangat diharapkan oleh masyarakat mampu menangani konflik Papua agar tidak semakin berkepanjangan dengan tetap mengedepankan azas kemanusiaan;

c. Mendorong aparat TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Papua untuk mengantisipasi seluruh pergerakan dan upaya penyerangan oleh KKB, serta meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan guna mencegah dan memutus adanya upaya sokongan senjata dan amunisi untuk KKB;

d. Menyampaikan dukungan kepada seluruh aparat dalam melaksanakan strategi penanganan KKB dan meminta agar dalam prosesnya, aparat dapat mengutamakan keselamatan masyarakat dan diri sendiri guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

(22 November 2021)