Propaganda LGBT Semakin Marak di Media Sosial, Buku dan Komik
Pakar media sosial sekaligus founder aplikasi Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengungkap propaganda gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) semakin marak di media sosial, buku dan komik. Pihaknya mencontohkan, melalui penelusurannya per 10 September – 9 Oktober 2021, terdapat 7,751 percakapan tentang gay di Twitter. DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan perhatian khusus terkait penyebaran konten propaganda LGBT, khususnya di media sosial, mengingat media sosial merupakan platform yang sangat mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak;
b. Mendorong Kemenkominfo untuk sigap melakukan take down atau penghapusan terhadap konten propaganda LGBT, karena dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif terhadap pola pikir anak-anak dan remaja di Indonesia;
c. Mendorong Pemerintah dan aparat Kepolisian untuk melakukan penarikan buku dan komik yang memiliki muatan propaganda LGBT dari pasar dan meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan buku dan komik yang mengandung unsur propaganda LGBT agar dapat segera ditarik dari peredaran;
d. Mendorong Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sebagai organisasi penerbit-penerbit buku untuk lebih selektif dalam menerbitkan naskah buku, baik fisik maupun digital (e-book);
e. Mengimbau para orang tua untuk meningkatkan literasi terkait media sosial dan penguasaan teknologi informasi, sehingga bisa lebih optimal dalam memberikan pengawasan terhadap perilaku anak-anaknya di media sosial.
(22 Oktober 2021)