Pengusaha Unggas Dihadapkan dengan Masalah Over Supply di Tengan Permintaan yang Menurun
Pelaku usaha perunggasan dan peternak ayam petelur di Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan masalah yaitu terjadinya over supply atau kelebihan produksi di tengah permintaan pasar yang menurun. Harga telur yang semakin turun di level peternak dan kenaikan harga pakan mengakibatkan peternak terus merugi karena tingginya biaya produksi, DPR Perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) mencari solusi dan langkah strategis agar para peternak ayam petelur tidak merugi, karena masalah ini bukan hal baru dan merupakan fenomena berulang setiap tahunnya ketika akan memasuki bulan Oktober dan November;
b. Mendorong Kementan bersama pengusaha ternak besar untuk menampung hasil produksi peternak kecil dalam memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor guna menjamin nasib peternak kecil dan mencegah masalah over supply atau kelebihan produksi telur pada peternak kecil;
c. Mendorong Pemerintah melalui Kementan untuk mengoptimalkan penyediaan, peredaran, dan pengawasan produksi telur dari peternak sekaligus melakukan pembenahan terkait pemetaan dan pendataan populasi peternakan khususnya ayam petelur untuk menjaga keseimbangan supply dan demand;
d. Mendorong Kemendag dan Kementan untuk melakukan koordinasi lintas kementerian dalam melakukan pembenahan tata niaga terkait produksi jagung dalam negeri, impor jagung, dan distribusi jagung sebagai bahan utama pakan ayam dalam upaya menekan harga produksi telur di level peternak agar mampu bersaing;
e. Mendorong Kementan untuk menyiapkan strategi yang tepat dalam melakukan distribusi dan penyediaan subsidi pakan ternak seperti menyediakan gandum sebagai bahan baku pakan ternak alternatif ditengah melonjaknya harga jagung;
f. Mendorong Kementan untuk terus melakukan pendampingan terhadap peternak skala kecil dalam kegiatan produksi agar peternak skala kecil juga mampu memproduksi telur berkualitas ekspor.