Bocornya Data eHAC

Periset vpnMentor mengungkap adanya kebocoran data sebanyak 1,3 juta pada aplikasi electronik Health Alert Card (eHAC) milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang digunakan untuk pengunjung yang memasuki Indonesia dari luar negeri ataupun yang melakukan perjalanan domestik, DPR perlu:

a. Meminta penjelasan Kemenkes, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengenai insiden kebocoran data apa saja pada aplikasi eHAC dan penjelasan terkait sistem keamanan yang diterapkan pada aplikasi eHAC selama ini sehingga bisa terjadi kebocoran data pengguna;

b. Mendorong Kemenkes, Kominfo, dan BSSN untuk melakukan langkah pencegahan pertama untuk menyelamatkan data yang ada di aplikasi eHAC agar tidak ikut bocor ataupun disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab;

c. Mendorong Kemenkes, Kominfo dan BSSN untuk menelusuri penyebab kebocoran data dan menyelidiki apakah ada oknum yang melakukan pencurian data pengguna eHAC dan menjualnya ke situs-situs jual beli data. Bila ditemukan adanya oknum yang menyalahgunakan data tersebut, diharapkan Pemerintah dan Kepolisian dapat menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku;

d. Mengingatkan kepada Kominfo untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan sistem keamanan pada aplikasi PeduliLindungi, mengingat saat ini Pemerintah menggunakan aplikasi tersebut baik untuk perjalanan maupun sistem pendataan vaksin dan data hasil tes Covid-19, karenanya dibutuhkan sistem keamanan data yang sangat kuat untuk menjamin seluruh data pengguna aman dari serangan siber maupun upaya pencurian data.

(1 September 2021)