BNPB Sebut Frekuensi Banjir di Indonesia Meningkat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa frekuensi banjir di Indonesia meningkat hingga lima kali lipat dalam 10 tahun terakhir, sedangkan longsor meningkat hingga tiga kali lipat, sementara ancaman bencana diperkirakan akan mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan dan lebih cepatnya waktu musim hujan pada tahun 2021/2022, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana banjir dan longsor melalui pembuatan Peta Risiko, sehingga upaya antisipasi dapat dilakukan sejak dini;
b. Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Tata Kota untuk memanfaatkan lahan secara adaptif yang disesuaikan dengan kondisi geologi lokal, sehingga kondisi lahan atau tanah tetap stabil sesuai peruntukkannya;
c. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus mengupdate dan menginformasikan kepada masyarakat mengenai kondisi cuaca dan curah hujan, baik melalui media cetak, siber, maupun siar;
d. Mendorong BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan solusi jangka panjang dan permanen untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor;
e. Mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BNPB, dan BPBD memantau perubahan jalur air dan retakan tanah, membangun sistem peringatan dini, serta mengembangkan sistem informasi yang terpadu guna mengelola data bencana yang terintegrasi.
(3 September 2021)