Adanya Kendala Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong
Adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong, seperti rendahnya daya jangkau perusahaan, belum jelasnya kepastian mendapat jatah vaksin, hingga target masyarakat penerima vaksin yang masih belum dapat dipastikan secara jelas, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah untuk menjelaskan secara komprehensif mengenai penyelenggaraan vaksinasi gotong royong, khususnya mengenai alur pendistribusian vaksin kepada target penerima vaksin, sehingga tidak menimbulkan persepsi bahwa pelaksanaan vaksinasi gotong royong merupakan bentuk komersialisasi vaksin;
b. Mendorong Pemerintah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di setiap daerah, termasuk pendataan jumlah pegawai atau karyawan di perusahaan tersebut sebagai target penerima vaksin gotong royong, sehingga vaksinasi gotong royong dapat diberikan ke setiap perusahaan-perusahaan tersebut dengan target penerima vaksin yang tepat dan jelas;
c. Mendorong Pemerintah untuk tidak menjadikan vaksinasi berbayar individu sebagai solusi dari kendala-kendala yang dihadapi dalam program vaksinasi gotong royong, akan tetapi Pemerintah harus memperbaiki akses vaksinasi gotong royong dengan memperluas cakupannya dan memperbaiki pendistribusiannya, sehingga perusahaan yang telah mendaftar dalam program vaksinasi gotong royong mendapatkan kepastian dan jadwal yang jelas untuk menerima vaksin;
d. Mendorong Pemerintah agar dapat membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan yang mau dan mampu untuk membayar dan mengikuti program vaksin gotong royong, sebab vaksin gotong royong seharusnya bertujuan untuk mendukung akselerasi program vaksinasi Pemerintah, serta tetap merangkul perusahaan-perusahaan yang tidak mampu atau tidak bersedia membayar vaksin gotong royong, mengingat setiap warga negara seharusnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan vaksin itu secara gratis melalui subsidi penuh dari Pemerintah;
e. Mendorong Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh masyarakat indonesia, terutama bagi masyarakat luas yang tidak termasuk dalam penerima vaksin gotong royong, agar herd immunity dapat segera tercapai sesuai target.
(13 Juli 2021)