Titik Panas Penyebab Kebakaran Terdeteksi di Pulau Sumater

Sejumlah titik panas yang menyebabkan kebakaran lahan mulai terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera diantaranya si Provinsi Sumatra Barat dan Riau sejak akhir pekan kemarin, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Daerah (Pemda), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melibatkan Polisi Hutan serta TNI untuk melakukan pemadaman di titik-titik yang terjadi karhutla guna menghindari wilayah yang terdampak kebakaran semakin meluas;

b. Mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan modifikasi cuaca dengan menciptakan hujan buatan dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mempercepat proses pemadaman lahan;

c. Mendorong KLHK bersama Pemda dan BPBD untuk lebih meningkatkan dan mengintensifkan pengendalian dan pencegahan karhutla, dengan meningkatkan patroli untuk mengawasi adanya titik api, sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, menggerakkan posko-posko pengendalian karhutla, mengkoordinir potensi daerah, serta meningkatkan koordinasi antar pihak terkait;

d. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk selalu menginformasikan keadaan dan kondisi cuaca, terutama sebaran asap dari titik-titik api di sejumlah wilayah yang terjadi karhutla;

e. Mendorong Pemerintah untuk melakukan kajian dan merancang upaya-upaya guna meminimalisasi atau mencegah terjadinya karhutla di masa mendatang, dan berfokus kepada pemulihan fungsi hutan, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja merusak fungsi hutan;

f. Mengimbau kepada masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran asap yang meluas, dan tidak melakukan tindakan yang memperburuk bencana karhutla yakni membuka lahan dengan cara membakar mengingat cuaca saat di sebagian wilayah Pulau Sumatra ini rentan kebakaran bila terpicu percikan api.

 (22 Februari 2021)