Rendahnya Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik
Masih rendahnya literasi digital bagi para tenaga pendidik dan anak didik, terutama di tengah situasi sebagian besar pembelajaran sekolah saat ini dilakukan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, DPR perlu:
a.Mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan literasi digital pada tenaga pendidik dan anak didik, mengingat para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama di masa pandemi saat kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah secara daring;
b.Mendorong Kemendikbud agar memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada tenaga pengajar atau guru, agar guru memiliki kemampuan dalam menyajikan materi secara digital yang menarik dan mudah dipahami, seperti mengedukasi guru untuk melakukan Cyber Pedagogy yaitu bagaimana mengajar, sharing, dan membentuk pribadi dengan cara memanfaatkan teknologi digital, internet, dan siber, agar peserta didik tidak cepat bosan dan memahami materi yang disampaikan oleh guru;
c.Mendorong Kemendikbud melalui Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengoptimalkan dan mensosialisasikan layanan-layanan penunjang literasi dan pembelajaran digital Kemendikbud, seperti portal Rumah Belajar, Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia atau AKSI Sekolah, Setara Daring, SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah), dan TV Edukasi, sehingga layanan-layanan tersebut dapat menjadi acuan dan referensi bagi guru maupun orang tua murid dalam mengajar maupun dalam membimbing anak didik mereka belajar atau menerima materi dari sekolah;
d.Mendorong Kemendikbud agar berkomitmen meningkatkan kompetensi guru untuk menguasai literasi digital agar dapat memaksimalkan pembelajaran kepada murid sekalipun saat ini di tengah situasi pandemi, sehingga murid bukan hanya sekedar memahami materi pembelajaran, namun juga memiliki keterampilan seperti komunikasi yang baik, bekerja sama yang baik, berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah, serta meningkatkan kreativitas dan inovasi.
(22 Februari 2021)