Bursa Deputi Gubernur BI

Pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia memunculkan perhatian serius dari pelaku pasar dan ekonom, terutama terkait independensi bank sentral dan stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan global. Mengingat posisi Deputi Gubernur BI sangat strategis dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan, DPR perlu:

a. Melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) secara ketat, objektif, dan transparan, dengan menitikberatkan pada kompetensi calon dalam bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan ekonomi makro, guna menjaga kepercayaan publik dan pasar terhadap Bank Indonesia;

b. Meminta penjelasan komprehensif dari semua calon Deputi Gubernur BI mengenai pandangan, pengalaman, dan strategi kebijakan moneter, termasuk sikap terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, serta respons terhadap dinamika ekonomi global;

c. Mendorong Pemerintah dan Bank Indonesia untuk memastikan tetap terjaganya independensi bank sentral, khususnya dari potensi persepsi konflik kepentingan antara kebijakan fiskal dan moneter, agar koordinasi kebijakan tidak mengorbankan kredibilitas BI di mata pasar;

d. Meminta Bank Indonesia untuk memperkuat komunikasi kebijakan (policy communication) kepada publik dan pelaku pasar, guna meredam volatilitas dan kekhawatiran yang dapat memicu tekanan lanjutan terhadap nilai tukar rupiah;

e. Mendorong DPR untuk menjadikan stabilitas sistem keuangan sebagai pertimbangan utama dalam setiap proses pengisian jabatan strategis di Bank Indonesia, sehingga keputusan yang diambil tidak menambah sensitivitas pasar di tengah kondisi global yang belum kondusif;

f. Menegaskan komitmen DPR dalam menjaga profesionalisme dan merit system dalam pengisian jabatan publik