129 Sumber Gempa Baru Diidentifikasi di Indonesia

Penambahan 129 sumber gempa baru dalam Peta Sumber Gempa Nasional 2024 sehingga total kini mencapai 401 sumber gempa menunjukkan bahwa risiko kegempaan di Indonesia masih sangat tinggi dan dinamis. Kondisi ini menuntut pembaruan kebijakan mitigasi bencana yang lebih berbasis sains dan tata ruang yang disiplin, DPR perlu: 

a. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem pemetaan dan pemantauan kegempaan nasional secara berkelanjutan, serta memperluas jaringan sensor di wilayah-wilayah yang baru teridentifikasi sebagai sumber gempa; 

b. Mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) memperbarui standar bangunan tahan gempa berdasarkan Peta Sumber Gempa Nasional 2024, serta memastikan penerapannya dalam seluruh proyek infrastruktur dan perumahan publik; 

c. Mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah memperbarui peta risiko bencana di tingkat provinsi/kabupaten dan menyusun rencana kontinjensi berbasis data geologi terbaru untuk mempercepat respons darurat; 

d. Mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperketat penerapan tata ruang wilayah dan izin pembangunan di zona rawan gempa, serta mendorong pemerintah daerah mengintegrasikan data sumber gempa baru ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW); 

e. Mendorong DPR melalui Komisi V memperkuat fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan mitigasi bencana, termasuk memastikan pembaruan regulasi kebencanaan dan penerapan prinsip build back better dalam seluruh pembangunan nasional.(DRL)