Insiden blackout yang melanda Pulau Bali pada 3 Mei 2025 mengganggu aktivitas masyarakat

Insiden blackout (pemadaman listrik total) yang melanda Pulau Bali pada 3 Mei 2025 mengganggu aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, dan perekonomian secara signifikan. Hal ini menunjukkan perlunya pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional, khususnya sistem interkoneksi Jawa-Bali, dengan fokus pada titik-titik rawan kegagalan transmisi dan distribusi listrik;

b. Meminta PT PLN untuk meningkatkan sistem deteksi dini gangguan (early warning system) dan membangun sistem cadangan (redundancy) yang handal agar pemadaman listrik tidak meluas atau berlangsung lama;

c. Mendorong Kementerian ESDM dan PT. PLN untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang tersebar, guna mengurangi ketergantungan pada pembangkit besar dan jaringan transmisi panjang yang rentan;

d. Mendorong PT. PLN bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan pelaku industri strategis, seperti pariwisata dan perhotelan, untuk menyusun dan menguji simulasi penanganan kondisi darurat listrik secara berkala, agar masyarakat dan sektor terdampak siap dalam menghadapi situasi serupa di masa depan;

e. Meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian ESDM melakukan audit manajerial dan teknis terhadap PT. PLN pasca-blackout untuk menilai efektivitas pengelolaan sistem kelistrikan dan memastikan pertanggungjawaban atas kejadian tersebut;

f. Mendorong Pemerintah meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Pemda, untuk menjaga layanan publik esensial tetap berjalan meski terjadi gangguan kelistrikan;

g. Meminta Pemerintah segera menyusun dan menetapkan peta jalan (roadmap) modernisasi sistem kelistrikan nasional yang mencakup smart grid, digitalisasi pemantauan jaringan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meminimalisir risiko pemadaman skala besar di masa mendatang.