BPS catat angka pengangguran Indonesia bertambah 83.000 orang

Lesunya konsumsi masyarakat yang memengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi, semakin terbebani oleh bayang-bayang meningkatnya jumlah pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran Indonesia bertambah 83.000 orang dibandingkan Februari 2024, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah segera menangani pelambatan ekonomi dengan meningkatkan konsumsi domestik, yakni dengan memberikan insentif konsumsi rumah tangga, seperti memperluas bantuan sosial (bansos), program sembako murah, serta memberikan subsidi energi untuk kelompok rentan;

b. Mendorong pemerintah melakukan penataan alur distribusi pangan dalam rangka menjaga stabilitas harga barang pokok agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan pada inflasi pangan;

c. Mendorong pemerintah bekerja sama dengan sektor perbankan untuk mendorong kredit konsumsi dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah berbunga rendah terutama bagi sektor informal, sehingga program ini cukup menahan keberlangsungan konsumsi dan sektor UMKM dalam tren pelemahan ekonomi;

d. Mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan insentif fiskal dan subsidi upah kepada sektor padat karya seperti manufaktur, pertanian, dan konstruksi guna menahan adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berikutnya;

e. Mendorong pemerintah mempercepat realisasi belanja APBN/APBD terutama pada sektor yang memiliki multiplier effect (efek pengganda) tinggi terhadap konsumsi dan ketenagakerjaan, seperti infrastruktur dasar, pertanian, pendidikan, dan kesehatan;

f. Mendorong pemerintah melakukan revitalisasi pelatihan vokasi dan BLK (Balai Latihan Kerja) yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini, seperti kemampuan digital, logistik, dan manufaktur ringan;

g. Mendorong pemerintah membangun sinergi dan kerja sama antara dunia usaha dan lembaga pendidikan guna menciptakan lapangan pekerjaan dalam menyerap tenaga kerja baru maupun yang telah terkena PHK.