Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di awal tahun 2025

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di awal tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak 1 Januari hingga 3 Februari 2025, terdapat 6.050 kasus DBD dengan 28 kematian yang tersebar di 235 kabupaten/kota yang ada di 23 provinsi, DPR perlu:

a. Mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya Pemda di daerah yang memiliki jumlah kasus dan kematian akibat DBD yang tinggi, untuk mengevaluasi secara komprehensif mengenai kenaikan kasus DBD di awal tahun 2025, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang memicu terjadinya kenaikan kasus DBD tersebut, dan ke depannya dapat ditemukan solusi dan langkah penanganan maupun pencegahan yang tepat untuk menekan kasus DBD di Indonesia;

b. Mendorong Kemenkes meminta rumah sakit-rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan (faskes) lainnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien DBD, baik dari pelayanan untuk tes DBD, kesiapan tenaga medis, sarana prasarana, maupun kebutuhan obat-obatan DBD yang memadai, seperti abate, mengingat perlu pendeteksian dini yang lebih cepat dan akurat guna mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya perburukan gejala pada pasien;

c. Mendorong Kemenkes melalui Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan juru pemantau jentik (jumantik) untuk melakukan upaya pengendalian yang tepat guna menekan kasus DBD di tiap wilayah, salah satunya dengan melakukan penyemprotan (fogging) secara berkala, khususnya di wilayah-wilayah padat pemukiman, melakukan abatisasi menggunakan insektisida sintetik, menjaga kebersihan lingkungan agar tidak banyak genangan air atau tempat penyimpanan barang yang terlalu banyak, serta menggencarkan peran jumantik untuk mengecek kondisi tiap rumah masyarakat agar terhindar dari DBD;

d. Mendorong Kemenkes mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk secara mandiri menjalankan pola hidup yang bersih dan melakukan upaya pengendalian DBD di kediaman masing-masing untuk mengontrol jumlah nyamuk di rumah, salah satunya dengan memastikan tidak ada genangan air yang bisa menjadi tempat nyamuk bertelur dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur benda yang bisa menampung air, menggunakan larvasida, serta menanam tumbuhan pengusir nyamuk;

e. Mendorong Kemenkes berkomitmen untuk menurunkan jumlah kasus DBD secara nasional, melalui upaya-upaya konkret yang tepat dan pengawasan yang maksimal, sehingga kasus DBD di Tanah Air bisa terus ditekan;

f. Mengimbau masyarakat apabila merasakan gejala DBD, seperti muntah, nyeri perut, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi dingin atau hipotermia, dan melambatnya denyut jantung untuk segera melaporkan atau memeriksa kesehatan diri ke pelayanan kesehatan terdekat, baik ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) at