Sejumlah sawah di beberapa wilayah mengalami ancaman kekeringan yang dapat berdampak pada terjadinya gagal panen
Sejumlah sawah di beberapa wilayah, seperti di Bangka Belitung, Ciamis, Indramayu, Garut, dan beberapa daerah lainnya, mengalami ancaman kekeringan yang dapat berdampak pada terjadinya gagal panen, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) segera menyusun upaya konkret yang dapat menangani ancaman kekeringan yang berpotensi berdampak pada terjadinya gagal panen, serta meningkatkan investasi dalam infrastruktur pertanian, termasuk irigasi yang efisien, sistem pengairan yang terkendali, serta penyediaan sumber daya seperti benih dan pupuk yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem;
b. Mendorong Kementan meningkatkan program penyuluhan dan insentif bagi petani untuk melakukan diversifikasi tanaman guna mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrim dan perubahan iklim;
c. Mendorong Kementan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim, seperti penggunaan teknik pengolahan tanah yang lebih baik, rotasi tanaman, dan pengurangan penggunaan pestisida dan herbisida berbahaya;
d. Mendorong Kementan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) meningkatkan infrastruktur penyimpanan dan distribusi pangan untuk mengurangi kerugian hasil panen akibat perubahan iklim. Hal ini termasuk pembangunan gudang penyimpanan yang aman dan distribusi logistik yang efisien;
e. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan sistem peringatan dini terhadap bencana alam dan perubahan cuaca ekstrem sehingga petani dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi hasil panen mereka;
f. Mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan dana dan bantuan khusus untuk mendukung sektor pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, berupa subsidi untuk teknologi pertanian inovatif, asuransi panen, atau program bantuan bagi petani yang terdampak secara langsung oleh perubahan iklim.