KKP sebut neraca perdagangan produk perikanan Indonesia ke Rusia mengalami defisit selama dua tahun berturut-turut
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan neraca perdagangan produk perikanan Indonesia ke Rusia mengalami defisit selama dua tahun berturut-turut. Indonesia mengalami defisit sebanyak USD 42,42 juta pada 2022. Sementara, pada 2023 mengalami defisit mencapai US$ 15,5 juta, DPR perlu:
a. Meminta KKP untuk mengidentifikasi penyebab utama defisit neraca perdagangan produk perikanan dengan Rusia, melakukan kajian mendalam mengenai hambatan perdagangan, baik dari sisi ekspor maupun impor, serta mengevaluasi strategi pemasaran dan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar Rusia;
b. Mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperkuat perundingan dagang bilateral dengan Rusia guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Indonesia, memperjuangkan pengurangan tarif atau penghapusan hambatan non-tarif yang menghambat ekspor perikanan Indonesia ke Rusia;
c. Meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendukung peningkatan kualitas dan standar produk perikanan Indonesia, khususnya untuk memenuhi persyaratan pasar Rusia, termasuk peningkatan teknologi pengolahan dan pengemasan agar produk perikanan Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional;
d. Mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memperkuat diplomasi ekonomi dalam bidang perikanan dengan Rusia, termasuk memperluas jaringan distribusi dan mempertemukan pelaku usaha perikanan Indonesia dengan pembeli potensial di Rusia, serta meningkatkan promosi produk perikanan Indonesia melalui pameran atau forum bisnis di Rusia;
e. Meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan penelitian dan pengembangan inovasi produk perikanan yang sesuai dengan preferensi pasar Rusia, serta menciptakan produk yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional;
f. Mendorong Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia untuk lebih aktif dalam memperbaiki rantai pasok dan logistik produk perikanan yang diekspor ke Rusia, bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi tantangan operasional, seperti biaya transportasi dan durasi pengiriman, sehingga dapat mempengaruhi daya saing produk di pasar Rusia;
g. Meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memberikan fasilitas pembiayaan ekspor yang lebih mudah bagi pengusaha perikanan yang ingin mengekspor ke Rusia, sehingga dapat mendorong pengusaha kecil dan menengah untuk lebih berani memasuki pasar internasional dan meningkatkan ekspor produk perikanan.