Tingginya angka kematian ibu pasca persalinan di Indonesia

 Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Population Fund (UNFPA) menyoroti tingginya angka kematian ibu pasca persalinan di Indonesia, yakni mencapai 189 per 100.000 persalinan, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Menelusuri faktor-faktor penyebab kematian ibu pasca persalinan, mengingat tenaga medis, pelayanan, dan fasilitas kesehatan (faskes) kini semakin banyak dan modern yang semestinya dapat menekan risiko kematian pasca melahirkan;

b. Mendorong Kemenkes meminta tenaga medis pada faskes yang tersedia untuk bersiap dan memberikan tindakan sesegera mungkin apabila terdeteksi adanya potensi risiko kematian pada ibu setelah proses melahirkan;

c. Mendorong Kemenkes dan BKKBN menggencarkan sosialisasi terkait program pemeriksaan pada pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki keturunan untuk guna memastikan kesehatan fisik dan psikis ibu dan ayah, sehingga meminimalkan risiko pada masa kehamilan, kesehatan janin, hingga pasca melahirkan;

d. Mendorong BKKBN terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada perempuan produktif, baik perempuan yang belum menikah, akan menikah, yang sedang merencanakan program hamil, ibu hamil, hingga ibu menjelang melahirkan terkait usia minimal dan maksimal dalam kehamilan  hingga risiko yang akan dihadapi serta bagaimana cara mencegah faktor risiko guna mencegah risiko kematian pasca melahirkan;

e. Mendorong pemerintah terus mengupayakan pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh daerah, khususnya di daerah pedalaman dan perbatasan yang menyediakan pemeriksaan rutin ibu hamil dan memiliki pelayanan dan tenaga kesehatan yang mumpuni untuk menangani proses persalinan;

f. Mendorong BKKBN dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil agak memeriksakan secara berkala terkait perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil kepada tenaga kesehatan pada faskes terdekat guna memastikan kesehatan janin, mendeteksi awal sejumlah faktor risiko, serta persiapan ibu dalam menghadapi persalinan.