Ancaman resesi di Amerika Serikat (AS) menghantui perekonomian global.

 Ancaman resesi di Amerika Serikat (AS) menghantui perekonomian global. Berbagai indikator ekonomi AS semakin memburuk terlihat dan memicu kekhawatiran pelaku bursa. Bursa sejumlah negara anjlok pada perdagangan Senin (5/8/2024), termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal terebut diperkirakan akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa IHSG akan segera kembali menguat dan stabil untuk meyakinkan bahwa IHSG tidak terpengaruh signifkan akibat anjloknya indeks saham regional maupun global guna menekan kepanikan dan penjualan saham besar-besaran oleh investor yang justru akan terus menurunkan IHSG;

b. Mendorong pemerintah bersama BI untuk terus memantau indikator ekonomi AS dan kebijakan moneter yang akan diambil Bank Sentral AS (The Fed) dan segera menyusun strategi antisipatif apabila The Fed dalam waktu dekat mengubah suku bunga, sehingga pemerintah dan BI dapat segera memutuskan kebijakan fiskal dan moneter namun tetap dengan prinsip kehati-hatian untuk menahan aliran dana keluar maupun menurunnya perekonomian nasional;

c. Mendorong pemerintah bersama eksportir memantau perekonomian global dan fluktuasi nilai ekspor Indonesia, khususnya pada ekspor ke AS dan segera menyusun rencana kontingensi, seperti memperluas akses pasar impor pada negara lain untuk mengantisipasi semakin memburuknya perekonomian AS dan berdampak pada menurunnya kinerja ekspor;

d. Mendorong pemerintah segera meningkatkan belanja pemerintah, khususnya pada produk lokal untuk menggenjot perekonomian dalam negeri dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB).